blog

blog

Jumat, 16 September 2011

NECTAR

Aku ingin membuatkan minuman yang terbuat dari nektar yang berasal dari sarang lebah di gugus galaksi maha jauh, dimana perjalanan kesana membutuhkan waktu seumur alam semesta itu sendiri. Hanya karena rahmatNya, cucu perempuanku yang menjelma peri kecil bersayap platina, membawakannya saat berkunjung untuk pertama kalinya ke Bumi, lantaran ingin mandi disebuah telaga sunyi.

Kamu ingin mencicipinya? Silahkan tuang secawan untuk mengusir rasa penasaran, semoga bibirmu tidak lagi seriawan. Awan gemawan akan menghantarkan nikmat tanpa tanding sehingga bulu kudukmu merinding. Jingganya langit senja semakin membuat dirimu terlena diantara ada dan tiada. menyelinap dalam kabut biru maya. Bibirmu tersenyum puas, matamu berkaca-kaca menerawang jauh ke balik kaki langit. Melintasi dasar jurang penderitaan hingga kepuncak-puncak kenikmatan paling hakiki, dirimu lebur dengan langit dan jiwamu luluh dengan bumi. Apalagi yang kau cari? Jika engkau telah menemukan diri sendiri?

Karena kamu tamu kehormatanku, silahkan jika ingin berlama-lama di beranda rumahku.......


 

Rabu, 14 September 2011

SPIRIT OF BABY

Tidak ada kelompok garis keras yang sudi melemparkan aku dari zona nyaman jahanam ini. Mereka malah sibuk menggali kubur bagi dirinya sendiri. Kenapa mereka tidak pecahkan kepala batuku? Ketimbang memaksakan keyakinan dengan menggunakan parang dan palu? Kenapa ban-ban bekas yang telah begitu berjasa mengangkut segala macam kebutuhan dan keinginan justru dikremasi dengan cara yang sia-sia? Menambah suasana panas dan pengap sehingga semuanya megap-megap. Sedangkan aku masih saja terlena menikmati lezatnya nektar seharum mawar padahal diufuk timur telah terbit fajar.

Siapa sanggup menggenggam cemeti Batara Kala untuk mencambuk punggungku agar tergugah dari mimpi indah? Jika perlu lukai aku sampai sakitnya menggigit tulang sungsum, ketimbang terus-menerus bergelimang dengan polah tingkah mesum. Ah Zona Nyaman, lingkaran setan tak berujung, hanya membuat kepala pening dan pikiran bingung.Apakah kau plasenta dimana aku hanya janin yang  lemah dan hanya bisa hidup bila mengapung didalamnya? Jika demikian halnya, saat waktuku tiba, jalan terbaik untuk keluar dari kungkunganmu adalah dengan memecahkannya. Ya, sekaranglah saatnya, detik ini juga! Dengan semangat berkobar-kobar Sang Jabang Bayi.

Rabu, 07 September 2011

GHOSTNEWS

Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
 
 
 
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro

»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
Hariman Suryonegoro
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro
»
Hariman Suryonegoro

Senin, 29 Agustus 2011

TRANSFORMASI

Semenjak kamu tinggalkan dunia kupu-kupu yang sarat pengembaraan tetapi sunyi dari nyanyian, lalu beralih kesangkar emas dunia burung yang heboh dengan kicauan namun terkungkung oleh keterbatasan, sikap positifmu terhadapku juga berangsur-angsur surut. Aku percaya itu bukan kehendak asli yang muncul dari dalam hati kecilmu. Aku menyadari dengan berubahnya lingkunganmu, kamu butuh tenaga dan waktu untuk beradaptasi. Itu adalah proses transformasi yang menjadi momentum paling kritis pada rangkaian evolusi. Kamu harus berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan eksistensimu. Lupakan aku, singkirkan kenangan pilu yang pernah kita rajut bersama dimasa lalu. Tataplah kedepan dengan penuh harapan, semoga selamat sampai ke tujuan. Bergembiralah, bernyanyilah, berkicaulah agar dunia burung yang sedang kau tempuh memiliki arti yang bisa dibagikan saat matahari terbit dipagi hari, dan dirangkum sebagai harmoni lagu kehidupan yang sarat perdamaian dan cinta kasih.....

Minggu, 28 Agustus 2011

LOVE HARMONY





There is love in one and all. There is none bereft of love in this world. Sometimes, people may speak words with wrong intentions against you. You should not be perturbed by such criticism. If some one criticizes you loudly, it will vanish in to thin air. If they criticize you inwardly, then they will suffer. Either way, you will not be affected by it. In this manner, you should practice developing equanimity. Then, you will neither be elated by praise nor be depressed by criticism. If you want to attain God, you must have harmony in your thoughts, words and deeds. Harmony in thoughts, words and deeds is the sign of a noble person; those who lack this harmony are wicked.

Cinta-kasih terdapat dalam setiap orang. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki kasih di dunia ini. Kadang-kadang, engkau mungkin menerima kata-kata yang tidak baik yang ditujukan kepadamu. Engkau seharusnya tidak terganggu oleh kritik seperti itu. Jika seseorang mengkritikmu, itu akan lenyap dalam kehampaan. Jika mereka mengkritikmu dalam hati mereka, maka mereka akan menderita. Oleh karenanya, engkau tidak boleh terpengaruh oleh hal tersebut. Dengan cara seperti ini, engkau seharusnya berlatih mengembangkan ketenangan hati. Maka, engkau tidak akan terpengaruh oleh hal tersebut, yaitu tidak akan gembira oleh pujian maupun merasa sedih oleh kritikan. Jika engkau ingin mencapai Tuhan, engkau harus mempunyai keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah tanda orang yang mulia, dan sebaliknya orang disebut berkelakuan yang kurang baik, jika mereka tidak memiliki keselarasan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan      BABA

Sabtu, 27 Agustus 2011

DIFFICULTIES

Human life is beset with ups and downs, joys and sorrows. These experiences are intended to serve as guideposts for man. Life would be bland if there were no trials and difficulties. It is these difficulties that bring out the human values in man. You cannot get the juice of the sugarcane without crushing it. You cannot enhance the brilliance of a diamond without cutting it and making many facets. One must shed his or her pettiness and develop broad-mindedness by the cultivation of love. Only when you undergo various difficulties, you can experience the sweet bliss of Self-realization. Hence, difficulties must be welcomed and must be overcome. When you overcome the difficulties, you are sure to experience Divinity. 


Kehidupan manusia dilanda dengan pasang dan surut, suka dan duka. Pengalaman-pengalaman ini dimaksudkan sebagai penunjuk arah bagi manusia. Kehidupan akan terasa hambar jika tidak ada cobaan dan kesulitan. Masalah dalam kehidupan akan membawa keluar nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam diri manusia. Engkau tidak bisa mendapatkan sari tebu tanpa menghancurkannya. Engkau tidak dapat meningkatkan kecemerlangan berlian tanpa memotong dan membentuknya menjadi banyak sudut. Seseorang harus melepaskan kepicikan-nya dan mengembangkan pikiran yang luas dengan mengembangkan cinta-kasih. Hanya ketika engkau mengalami berbagai kesulitan, engkau dapat mengalami kebahagiaan menyadari ketuhanan menyatu dalam diri (Self-realization). Oleh karena itu, kesulitan harus disambut dan harus diatasi untuk mengalami ketuhanan (Divinity).
-BABA

Minggu, 05 Juni 2011

PEDATI

A cart can move only when two bullocks are yoked to it. And the cart can move safely only when the bullocks are trained to pull carts and when they are used to the road on which they have to walk. Instead, if they are ignorant of the process of pulling carts, if they have not walked on the road, if they have never stepped out of their shed, or if they have always moved only round and round the post to which they have been tied, the journey cannot proceed! So also, the cart of inner consciousness (Anthah-karana) cannot move by itself; it must be attached to the bullocks of intelligence (Buddhi) and mind (Manas), and made to follow their tracks. But, prior to the journey, the bullocks - intelligence and mind - should be conversant with the road to the village that the inner consciousness (Anthah-karana) is eager to reach. They must be trained to proceed in that direction. If this is done, the journey will be easy and safe. 

Sebuah gerobak dapat berjalan hanya ketika dua ekor sapi dipasang pada gerobak tersebut. Dan gerobak dapat bergerak dengan aman hanya jika sapi-sapi tersebut dilatih untuk menarik gerobak dan mereka digunakan dijalan mana mereka harus berjalan. Sebaliknya, jika sapi-sapi itu tidak memahami bagaimana cara menarik gerobak, tidak bergerak di jalan, tidak pernah melangkah keluar dari kandangnya, atau hanya bergerak di sekitar tonggak yang telah mengikatnya, perjalanan tidak dapat dilanjutkan! Demikian juga, kesadaran batin (Anthah-karana) ‘gerobak’ tersebut tidak dapat bergerak dengan sendirinya, melainkan harus melekat pada ‘sapi’ kecerdasan (Buddhi) dan pikiran (Manas), dan dibuat untuk mengikuti jejak mereka. Tetapi, sebelum melakukan perjalanan, para ‘sapi’ - kecerdasan dan pikiran - harus mengenal dengan baik ‘jalan desa’ kesadaran batin (Anthah-karana) yang ingin dicapai. Mereka harus dilatih untuk melanjutkan ke arah itu. Jika hal ini dilakukan, perjalanan akan mudah dan aman.     BABA